Selasa, 29 Mei 2012

kepedihan putra palestina

Pedih?
iya
Sakit?
Sangat
Lalu untuk apa?
Tak cukupkah dengan apa yang telah kalian punya?
Menumpahkan darah dan ribuan sumpah serapah
tercecer bak sampah yang tak bisa didaur ulang
Lihatlah kepolosan mereka
Lihatlah air matanya
Lihatlah darahnya
Ketika dia mencari Ibu untuk mengadukan sakitnya
“Ibuu….” panggilnya dengan suara tak bermelodi
Ibunya tak ada, mati tak bernafas bergeletak bersimpah darah
Dia pun mencari ayah
“Ayah….” kali ini suaranya pun tak keluar
Ayahnya tak ada, bermaksud menopang senjata demi negaranya
Kini dia sebatang kara, tanpa mengetahui arti hidup di dunia
Dia tak ingin punya mainan banyak
Dia tak ingin makan kue bertabur keju
Dia hanya ingin, tak ada lagi pertumpahan darah
Di Negara, dimana ia dilahirkan sebagai keturunan Adam
Sama seperti mereka















Tidak ada komentar:

Posting Komentar