mengapa kau hanya mendengar angin,
kenapa tak kau coba untuk mencari tahu dari mana angin membawa debu,
"kau ini,angin saja kau percayai"
sedangkan, telah ku serahkan jasad dan rohku untuk kau amati,
sebenarnya aku ingin duduk bersila satu tikar dengan mu,
atau mengayunkan langkah,
dengan menuju satu titik didepan sana,
aku tak ingin sendiri,
dan tak ingin terpisah dengan mu,
hanya saja ceritamu mulai bau amis,
otakmu basi ku rasa,
ternyata,tak semua yang ku suka harus ku pilih
termasuk KAU !!! 
Tidak ada komentar:
Posting Komentar