Rabu, 31 Oktober 2012

sekilas tentang psikologi :p

1.Dokter gue panggil ‘dok’. Kalo ke psikologi gue musti panggil apa dong?
Ya tergantung siapa namanya.
2.Apa bedanya psikologi dengan sarjana psikologi?
Sarjana psikologi adalah orang yang berhasil menamatkan pendidikan di fakultas psikologi. Untuk menjadi ‘psikolog’, dia butuh minimal 2 tahun lagi untuk menyelesaikan pendidikan profesi plus tentunya beberapa puluh juta perak untuk ongkos kuliah. Orang yang udah menamatkan pendidikan profesi dianggap memenuhi kualifikasi untuk melakukan kegiatan psikodiagnostik (psikotes dan sejenisnya).
3.Artinya, kalo udah lulus jadi psikolog, langsung boleh buka praktek
Nggak, harus dia punya SRIP (Surat Rekomendasi Ijin Praktek) dulu. Untuk bisa dapet SRIP, seorang psikolog harus lulus tes khusus dan punya NPWP.
4.Gue / adik gue / saudara gue tertarik masuk fakultas psikologi. Kira-kira orang kaya dia cocok nggak ya kuliah di sana?
Yang jelas orang yang sangat tertarik mengetahui lebih lanjut tentang sisi kejiwaan orang lain. Selain itu kemampuan memahami konsep-konsep verbal, misalnya gemar utak-atik definisi, juga akan sangat membantu.
5.Gue / adik gue / saudara gue paling anti sama segala hal yang berbau hitung-hitungan / angka, makanya dia mau masuk fakultas psikologi aja.
Oh jangan salah, bobot hitung-hitungan di psikologi juga lumayan lho! Di jaman gue kuliah dulu aja, Statistik kebagian porsi sampai 3 SKS, MAsih ditambah Konstruksi Tes 3 SKS, Psikometri 3 SKS, dan Penyusunan Skala Psikologi 3 SKS… Jadi total 12 SKS related to hitungan…. Kalo orangnya bener-bener anti sama hitung-hitungan, fakultas Psikologi bukan tempat pelarian yang tepat.
6.Kalo kuliah di psikologi, diajarin seks ya? => Thanks to beberapa majalah bergambar cewek seksi yang memajang nama ‘majalah psikologi populer’ serta beberapa film beradegan telanjang yang menyebut diri ‘psychological thriller’, pertanyaan semacam ini sempet naik daun di era 90-an. Biasanya diajukan sambil cengar-cengir mupeng.
Ya, sebagian (kecil) mata kuliah di psikologi membahas tentang perilaku seksual, tapi secara umum kami lebih banyak membahas masalah seksual sambil cengengesan di kantin, seperti umumnya mahasiswa fakultas-fakultas lain.
7.Elo kan psikolog, bisa ‘baca’ gue dong.
Bisa, kalo elonya memang bersedia untuk ‘dibaca’.
8.Loh, artinya kalo seseorang nggak bersedia untuk ‘dibaca’, maka psikolog juga nggak mampu untuk ‘membaca’nya?
Ya. Apalagi kalo orangnya lebih pinter dari psikolognya.
9.Kita udah ngobrol-ngobrol gini, pastinya elo udah bisa ngebaca ya, gue orangnya kaya apa…
Wah, enggak tuh.
10.Loh, kenapa?
Elo juga bisa baca abjad, kan? Apakah artinya elo akan baca semua tulisan yang lewat di depan mata lo?
11.Ya enggak juga sih. Pastinya gue cuma baca yang penting / menarik aja.
Ya, sama. Gue juga gitu: kalo nggak ada perlunya, ngapain gue baca-bacain elu? FYI, para psikolog nggak berkeliaran kesana – kemari dan keisengan ‘ngebacain’ semua orang. Kami juga punya beberapa pilihan kegiatan lain yang lebih menarik kok.
12.Gue / temen gue / saudara gue punya kebiasaan yang aneh deh, masa dia suka begini nih: [mendeskripsikan sebuah perilaku yang dinilai aneh]. Nah, orang kaya gitu tuh istilah psikologinya apa sih? Udah termasuk ‘gila’ belum?
Memberikan pernyataan ‘istilah psikologi’ untuk sebuah perilaku manusia itu namanya labelling. Yang namanya labelling itu harus dilakukan dengan cermat melalui tes, observasi dan wawancara langsung – dan hanya untuk tujuan yang jelas. Istilah ‘gila’ nggak pernah digunakan dalam konteks psikologi sebagai bidang ilmu, karena itu bukanlah terminologi ilmiah. Yang ada hanyalah klasifikasi dan istilah yang spesifik, misalnya ‘Gangguan Paranoid’.
13.Psikolog kan katanya bisa membantu menyelesaikan masalah orang. Tapi kenapa giliran dirinya sendiri punya masalah, dia tetep butuh bantuan orang lain?
Analoginya seperti sikat. Gunanya kan untuk membersihkan kotoran. Tapi kalo sikat itu kotor, dia nggak bisa membersihkan dirinya sendiri. Sama dengan psikolog. Psikolog bekerja menggunakan pikirannya untuk menganalisa masalah yang ada di diri orang lain. Kalo pikirannya lagi terganggu, ya dia nggak akan bisa menggunakannya untuk membantu siapapun termasuk dirinya sendiri.
14.Psikolog katanya belajar untuk memahami orang lain. Tapi kenapa ada psikolog yang sok tau / sok pinter sendiri / galak / sinting?
Karena psikolog juga manusia dan sifat dasar manusia nggak otomatis berubah dengan pengetahuan yang dipelajari.
15.Besok gue mau ikutan psikotes nih. Ada tips nggak?
Tidur yang cukup, sebelum berangkat jangan lupa sarapan, dan jangan telat. Jangan lupa bawa alat tulis yang lengkap dan berdoa yang khusyuk sebelum mulai. Dengerin perintah dari petugasnya baik-baik, kalo ada pertanyaan tanyakan sebelum tes dimulai karena biasanya waktu tesnya mepet banget.
16.Ehm, maksud gue… minta bocoran kunci jawabannya, dodol.
Nggak bisa.
17.Pelit.
Ntar dulu, ada alasannya:
1. Soal psikotes itu ada banyak banget macamnya. Gue kan nggak akan tau, besok yang mau keluar soal yang mana. Sedangkan kalo gue kasih kunci untuk semua tesnya, artinya lo harus bawa setumpuk buku yang masing-masing setebel bantal. Belum sempet nyontek juga waktunya udah keburu abis.
2. Ada beberapa tes yang memang nggak ada kunci jawabannya, karena hasil tesnya sangat tergantung pada cara pengerjaan lo di kelas.
3. Untuk tes kepribadian, nggak ada jawaban yang benar atau salah. Yang ada hanyalah jawaban yang sesuai atau nggak sesuai dengan tipe kepribadian di jabatan yang mau elu lamar. Gue nggak tau orang dengan kepribadian seperti apa yang dicari oleh perusahaan yang lo lamar, jadi gimana gue mau ngasih bocoran?
4. Untuk menyusun sebuah alat tes butuh waktu dan tenaga yang nggak sedikit. Rancangan tes itu harus diuji coba berulang kali ke banyak responden, kadang sampe ribuan orang. Gue menghargai usaha yang nggak gampang itu dengan nggak membocorkan kunci jawabannya.
5. Gue terikat kode etik psikologi untuk nggak membocorkan jawaban tes.
6. Gue udah menghabiskan 5 tahun mondar – mandir dari rumah ke Bulaksumur, kepanasan, kehausan, di kelas kengantukan denger dosen ngoceh, begadang sampe thypus untuk bikin makalah, paper dan laporan, itupun hanya untuk dicela-cela sama dosen… jadi gimana ya, rada kurang rela aja gitu kalo sekarang harus ngasih gitu aja ilmu gue ke elu. Ya, untuk poin yang terakhir ini gue rela dikatain pelit. Tapi seandainya lo ngerasain jadi mahasiswa psikologi, lo akan mengerti kenapa.
18.Biarin ajalah kalo lo nggak mau ngasih. Toh gue liat di toko buku banyak dijual buku latihan psikotes.
Terserah kalo di luar sana ada psikolog yang gemar bocor-bocorin kunci psikotes, yang penting gue enggak. FYI, nggak semua buku yang dijual di toko memuat jawaban psikotes yang akurat. Sebagian hanya sekedar memirip-miripkan dengan jawaban psikotes yang asli. Artinya, kalo elo ikutin jawaban di buku itu mentah-mentah, malah akan rugi. Udahlah, PD aja dengan kemampuan sendiri kenapa sih?
19.Gue denger kalo ikutan psikotes kita akan disuruh nggambar. Gue sumpah nggak bisa nggambar sama sekali, gimana dong? Pasti nggak lulus ya?
Tes gambar di psikologi nggak dinilai dari keindahannya, jadi nggak ada hubungannya dengan keahlian ber-seni rupa. Buat aja gambar terbagus yang elo bisa.
20.Rata-rata psikolog kan udah tau kunci jawaban psikotes. Trus gimana caranya menyeleksi para psikolog untuk sebuah lowongan kerja?
Bisa dengan pake alat psikotes yang bener-bener baru dan belum dipakai secara luas. Tapi cara yang terbaik adalah lewat wawancara mendalam, misalnya Competence Based Interview.

9 manfaat sebuah senyuman :)

 Tersenyum (smiles) lebih dari sekedar ungkapan rasa senang dan bahagia. Setiap orang pasti pernah tersenyum, ketika sendiri maupun berada dalam lingkungan sosial, namun bukan hanya memberi sinyal bahwa mereka bahagia, jauh dari itu. Kita tersenyum untuk tujuan sosial tertentu, karena dapat mengirimkan segala macam ‘sinyal’ yang dapat berguna untuk orang lain.

Berikut ini adalah 9 manfaat sebuah senyuman yang dapat kita gunakan untuk mengirimkan pesan tentang kepercayaan (trustworthiness), keramahan (attractivity) dan banyak lagi. Mari kita simak ;

1. Membuat orang lain untuk mempercayai Anda

Dalam sebuah lingkungan, di mana semua orang mudah berbohong, siapa yang harus kita percaya? Salah satu ‘sinyal’ yang menunjukkan kita dapat dipercaya orang lain adalah tersenyum. Senyum yang tulus dapat mengirim pesan bahwa orang lain bisa percaya dan bekerja sama dengan kita. Orang yang tersenyum dinilai lebih tinggi kemurahan hatinya, dan ketika orang berbagi satu sama lain mereka cenderung menampilkan senyum yang tulus (Mehu et al., 2007).

Para ekonom bahkan menganggap bahwa senyum memiliki nilai. Dalam satu studi oleh Scharlemann dkk (2001), subjek penelitian cenderung mempercayai orang lain jika mereka tersenyum. Studi ini menemukan bahwa tersenyum berpengaruh pada tingkat kepercayaan kepada orang lain sekitar 10%.

2. Senyum meringankan ‘hukuman’

Ketika orang melakukan hal-hal buruk mereka sering tersenyum. Ketika anda ditilang pak polisi di jalan bagaimana ekspresi anda? Kemungkinannya ada dua, tersenyum dan ketakutan. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh LaFrance dan Hecht (1995), menunjukkan bahwa orang-orang yang melanggar aturan, mereka tersenyum setelah tertangkap basah. Tidak peduli apakah itu senyum palsu, senyum sedih atau senyuman tulus. senyuman ini cukup berguna karena kita lebih dapat dipercaya daripada mereka yang tidak tersenyum. Alhasil, orang yang mendapati kesalahan anda, akan lebih mudah memaafkan jika anda tersenyum.

3. Pembelaan diri dari sosial slip-up

Pembelaan diri dari sosial slip-up, istilah kerennya “Ngeles” karena malu. Ya, senyuman dapat berguna ketika anda sedang ngeles dan malu. Coba ingat-ingat ketika kamu lupa janji dengan pacar kamu? Apa yang anda lakukan ketika secara tidak sengaja menendang seorang anak kecil? Atau ketika anda telah tersandung kulit pisang didepan banyak orang? pasti tersenyum bukan?

Rasa malu dan senyuman berfungi untuk keluar dari sebuah lingkungan sosial yang menekan (Keltner & Buswell, 1997). Senyum karena malu yang kadang disertai tawa kecil bermanfaat menyadarkan diri kita untuk melihat sebuah kesalahan. Tidak hanya itu, senyuman juga bermanfaat agar dimaafkan kesalahan yang kita lakukan tersebut.

4. Tersenyum karena takut merasa buruk

Kadang-kadang kita tersenyum karena itu dianggap sebagai kesopanan, sehingga kita dapat menghindari perasaan buruk orang lain terhadap kita. Dalam sebuah studi (LaFrance, 1997), orang diminta untuk tetap diam membatu ketika mendengar orang lain mendapatkan kabar baik, mereka merasa tidak enak kalau tidak tersenyum dan merasa orang lain akan berpikir buruk tentang dirinya jika tidak tersenyum. Jadi, tersenyum untuk kebaikan orang lain tidak ada salahnya bukan!? Karena jika anda tidak tersenyum maka anda akan dianggap tidak berperasaan, hehe..

5. Tersenyum saat menderita

Tersenyum adalah salah satu cara untuk mengurangi penderitaan yang disebabkan oleh situasi yang menjengkelkan. Psikolog menyebutnya facial feedback hypothesis. Memaksa tersenyum ketika kita merasa tertekan sudah cukup untuk mengangkat suasana hati kita, meskipun sedikit.

Tapi harus diingat, tersenyum terhadap situasi mengecewakan mungkin berguna bagi kondisi internal anda, tetapi hal ini tidak terlihat oleh orang lain. Penelitian Ansfield (2007) menunjukkan subjek penelitian yang melihat video menyedihkan, merasa lebih baik ketika mereka tersenyum daripada mereka yang tidak. Tetapi, orang-orang yang tersenyum melihat gambar yang menyedihkan dinilai kurang baik oleh orang lain.

6. Tersenyum untuk pesona seksual

Senyum perempuan memiliki efek magis pada pria, lebih dari sekedar kontak mata. Sebuah studi menunjukkan bagaimana pria mendekati perempuan di sebuah bar (Walsh & Hewitt, 1985). Ketika seorang wanita hanya menjalin kontak mata dengan seorang pria, keberhasilan dia didekati hanya 20% dari waktu yang dibutuhkan. Namun, ketika wanita yang sama menambahkan sebuah senyuman, pria mendekati lebih cepat 60% dari waktu tersebut.

Tersenyum meningkatkan daya tarik perempuan terhadap pria, namun tidak sebaliknya. Ketika laki-laki tersenyum pada wanita, efeknya kurang magis. Karena ada beberapa pria terlihat lebih keren bagi wanita saat diam atau bahkan malu, daripada ketika mereka terlihat senyum dan senang (Tracy & Beall, 2011). Mengurangi senyuman membuat seorang pria terlihat lebih maskulin.

7. Menyembunyikan sesuatu yang anda pikirkan

Senyum yang tulus tidak pernah berbohong. Sedangkan senyum palsu melibatkan mulut, sedangkan senyum yang tulus ‘menyebar’ hingga mata. Meskipun begitu, senyuman dapat digunakan untuk menyembunyikan apa yang kita pikirkan, tapi tidak mudah melakukan senyum palsu. Agar senyuman anda dapat dipercaya usahakan senyuman tersebut menyebar di seluruh wajah dan buat mata anda sedikit berbinar. Sulit? untuk yang satu ini anda perlu berlatih.

8. Senyum untuk menghasilkan uang

Kita sudah melihat bahwa ekonom telah menghitung nilai sebuah senyuman, tapi apakah tersenyum membuat kita mendapatkan uang? Tidd dan Lockard (1978) menemukan pelayan (pramusaji) yang tersenyum diberikan tip lebih banyak daripada yang tidak. Secara umum, dalam industri jasa, seperti pramugari atau pekerja hiburan dan perhotelan secara nyata dibayar karena tersenyum kepada pelanggan. Tapi, hati-hati, Psikolog menyebutkan ketidaksesuaian antara senyum tulus dan tidak, dapat menyebabkan fisik kelelahan saat bekerja. Jadi, senyum memang bisa menghasilkan uang, tetapi juga dapat menimbulkan “sengsara”.

9. Tersenyum dan (setengah) dunia tersenyum dengan Anda

Salah satu kebahagiaan dalam kehidupan sosial adalah ketika anda tersenyum pada seseorang dan mereka tersenyum kembali. Meskipun, tidak semua orang tersenyum kembali. Penelitian Hinsz dan Tomhave (1991) melihat berapa proporsi orang akan menanggapi sebuah senyuman. Hasilnya menunjukkan sekitar 50% orang membalas. Sebagai perbandingan, hampir tidak ada yang orang menanggapi sebuah senyuman dengan kerutan dahi.

Sekarang ada mengerti alasan untuk tersenyum. Jadi tersenyumlah sebelum senyum itu dilarang!!

7 fakta tentang mimpi

 Anda pernah bermimpi, semua pembaca pasti pernah mengalami hal ini bukan? Mimpi bisa menjadi hal yang menarik, menyenangkan, menakutkan atau hal-hal aneh yang tak masuk akal. Mengapa kita bermimpi masih menjadi salah satu pertanyaan terbesar dalam psikologi yang “belum terjawab”, meskipun banyak ahli mencoba mendefinisikan tentang mimpi, termasuk Sigmund Freud. Namun demikian, saat ini ilmuwan masih terus menelusuri dan meneliti tentang mimpi. Dan masih banyak orang yang menerka-nerka tentang mimpi, bahkan dijadikan rujukan nomor togel, firasat, rezeki bahkan musibah. Oh no…..!

Mimpi bisa menjadi bermakna pada setiap orang, namun ada yang menganggapnya sebagai bunga tidur. Dunia Psikologi tidak akan membahas lebih jauh soal teori tentang mimpi, tapi mengulas fakta menarik soal mimpi, penasaran? berikut 7 fakta menarik tentang mimpi. Fakta tersebut berdasarkan hasil riset terhadap orang-orang yang mengalami mimpi.

1. Setiap Orang Pernah Bermimpi

Ya, setiap orang mengalami yang namanya mimpi, pria, wanita dan seorang bayi, bahkan orang yang mengaku tidak pernah bermimpi pun dalam sebuah riset terbukti mengalami mimpi. Dalam beberapa penelitian tentang orang-orang yang mengaku tidak pernah bermimpi, saat dilakukan riset yang dibantu pengukuran Rapid eye movement sleep (REM sleep), ditemukan bahwa mereka juga bermimpi. Namun kesulitan untuk mengingat mimpi tersebut saat terbangun.

2. Mimpi Sulit untuk Diingat
Hasil penelitian tentang mimpi yang dilakukan J. Allan Hobson, menyebutkan sebanyak 95 persen dari semua mimpi dengan cepat dilupakan sesaat setelah bangun tidur. Mengapa mimpi kita sulit untuk diingat? Menurut salah satu hasil penelitian tsb mengatakan bahwa perubahan dalam otak yang terjadi selama tidur tidak mendukung pengolahan informasi dan penyimpanan yang diperlukan untuk pembentukan memori. Scan otak individu yang sedang tidur menunjukkan bahwa lobus frontal, daerah yang memainkan peran kunci dalam pembentukan memori, tidak aktif selama tidur REM, tahap di mana bermimpi terjadi.

3. Tidak Semua Mimpi memiliki Warna
Anda ingat mimpi anda? kalau ingat, apa kira-kira warna yang muncul dalam mimpi anda? Hitam putih? Merah atau Pink…?? sebanyak 80% dari semua mimpi memiliki warna, namun sedikit yang bisa menjelaskan warna tersebut, dan hanya memperkirakan warna tersebut hanya hitam dan putih. Sebagian besar subyek penelitian mengaku hanya melihat warna-warna lembut/bayangan dalam mimpi mereka. Bagaimana dengan anda?

4. Lelaki dan perempuan memiliki mimpi yang berbeda
Para peneliti telah menemukan sejumlah perbedaan antara pria dan wanita ketika ‘melihat’ isi dari mimpi mereka. Dalam sebuah penelitian, William Domhoff mengatakan, pria lebih banyak bermimpi tentang agresifitas dan maskulinitas. Sedangkan perempuan cenderung untuk memiliki mimpi sedikit lebih panjang mirip sebuah kisah. Dalam mimpi pria, ‘seorang wanita’ seringkali hadir dan lebih dominan dalam mimpi mereka. Sedangkan perempuan, prosentase kehadiran keduanya (pria dan wanita) dalam mimpi sama besarnya.

5. Binatang juga Bermimpi?
Apakah Anda pernah melihat seekor kucing mengibas ekornya saat tidur atau memindahkan kakinya saat tidur? Meskipun sulit untuk mengatakan dengan pasti apakah binatang itu benar-benar bermimpi, peneliti percaya bahwa ada kemungkinan bahwa binatang memang bermimpi. Sama seperti manusia, hewan melalui tahapan-tahapan tidur yang mencakup siklus tidur ; rapid eye movement (REM) dan Non-rapid eye movement (NREM). Dalam sebuah penelitian, gorila diajarkan bahasa isyarat sebagai alat komunikasi. Hasilnya, gorila “memilih” sebuah gambar, mungkin menunjukkan pengalaman bermimpi. Anda boleh percaya boleh tidak….

6. Anda dapat mengontrol isi Mimpi Anda
Dalam Lucid Dream, si pemimpi mungkin dapat melakukan kontrol dan berpartisipasi dalam mimpi, mengendalikan isi mimpi atau memanipulasi pengalaman imajiner mereka dalam lingkungan mimpi. Lucid dream, sebuah istilah yang diperkenalkan oleh Frederik van Eeden, psikiatris asal belanda mengatakan bahwa terkadang kita bisa mengontrol mimpi kita, bahkan ‘melanjutkan’ mimpi tersebut saat sejenak kita terbangun. Anda pernah bermimpi indah tapi tiba-tiba terbangun? Dan saat tidur kembali anda ingin sekali melanjutkan mimpi tersebut? Saya yakin, satu dari sekian juta kali kita bermimpi terkadang mimpi tersebut memang benar-benar berlanjut.

7. Emosi Negatif selalu mengiring Mimpi Anda
Selama jangka waktu lebih dari empat puluh tahun, peneliti Calvin S. Balai mengumpulkan lebih dari 50.000 laporan mimpi dari mahasiswa. Laporan-laporan ini dibuat pada 1990-an dan mengungkapkan bahwa banyak emosi yang dialami selama mimpi termasuk sukacita, kebahagiaan dan ketakutan. Emosi yang paling umum dialami dalam mimpi adalah kegelisahan, dan emosi negatif secara umum adalah jauh lebih umum daripada yang positif. Bagaimana dengan anda?

Sebetulnya masih banyak lagi fakta menarik tentang mimpi, namun untuk sementara 7 hal tersebut diatas relevan dan mudah dipahami kita semua. Fakta bahwa mimpi bisa menjadi begitu banyak interpretasi yang menarik inilah yang menyebabkan banyak orang percaya bahwa ada arti dalam mimpi kita. Selamat berakhir pekan…

DUNIA PSIKOLOGI


Teori Cinta; 4 Teori yang Menjelaskan tentang Cinta

Cinta adalah emosi dasar manusia, tetapi memahami bagaimana dan mengapa hal itu terjadi bukanlah hal yang mudah. Bahkan, untuk waktu yang lama, para ilmuwan beranggapan bahwa cinta hanyalah sebuah ilmu tidak bisa mengerti. Tapi jangan khawatir, kita tetap bisa memahami apa itu cinta.  

1. suka vs cinta

Psikolog Zick Rubin menjelaskan bahwa cinta yang romantis terdiri dari tiga unsur, yakni : keterikatan (attachment), kepedulian (caring) dan keintiman (intimacy). Keterikatan adalah kebutuhan untuk menerima perhatian dan kontak fisik dengan orang lain. Kepedulian (caring) adalah kemampuan yang anda miliki untuk menghargai dan memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Sedangkan keintiman (intimacy) mengacu pada kebutuhan untuk berbagi pemikiran, keinginan dan perasaan dengan orang lain.
Skala Rubin tentang Cinta
Berdasarkan definisi tersebut, Rubin merancang skala tentang menyukai dan mencintai (Rubin’s Scales of Liking and Loving). Skala ini mengungkapkan apakah seseorang mencintai atau hanya sebatas menyukai. Dalam sebuah studi, Rubin meminta sejumlah responden untuk mengisi skala, berdasarkan bagaimana perasaan mereka kepada pasangan dan teman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasaan terhadap teman memiliki skor tinggi pada skala menyukai dan perasaan terhadap pasangan memiliki nilai tinggi pada skala mencintai.
Cinta bukanlah konsep yang konkret dan karena itu sulit untuk diukur. Namun, Rubin’s Scales of Liking and Loving menawarkan cara untuk mengukur perasaan cinta yang kompleks.

2. Kasih Sayang Vs Gairah

Menurut profesor psikologi Universitas Hawaii, Elaine Hatfield, ada dua tipe dasar cinta, yaitu cinta kasih sayang (compassionate love) dan gairah cinta (passionate love). Cinta kasih sayang ditandai dengan adanya saling keterikatan, saling menghormati, menghargai, kepedulian dan kepercayaan. Kasih sayang biasanya tumbuh berkembang dari perasaan saling pengertian dan rasa saling menghargai satu sama lain.
Cinta?
Sedangkan cinta yang dilandasi gairah (passionate love) ditandai dengan emosi yang intens, daya tarik seksual, kecemasan dan afeksi. Ketika cinta terbalaskan (reciprocated love), orang merasa gembira dan bahagia. Namun jika cinta tak terbalaskan (unreciprocated love), akan menyebabkan perasaan sedih, berkecil hati dan bahkan putus asa.
Hatfield menunjukkan bahwa cinta yang didasari oleh gairah adalah fana, karena dipengaruhi fungsi fisiologis pada manusia. Seperti anda merasa bergairah jika berada di depan seorang wanita cantik atau lelaki keren. Menurut Hatfield, idealnya, cinta adalah hubungan yang menggabungkan antara kenyamanan dan kasih sayang dengan gairah itu sendiri. Sehingga hubungan antara pasangan akan bertahan lama dan terhindar dari masalah selingkuh maupun perceraian.

3. Teori Roda Warna tentang Cinta

Pada tahun 1973, John Lee dalam buku klassik-nya The Colors of Love, menganalogikan tipe cinta dengan teori tentang roda/lingkaran warna (color wheel/color circle), yakni sebuah ilustrasi abstrak tentang keterkaitan antara warna-warna primer, warna sekunder dan warna komplementer (lihat penjelasan color wheel disini).
Color Wheel
Sama seperti ada tiga warna utama, Lee menjelaskan bahwa ada tiga tipe utama dari cinta, yaitu adalah Eros, Ludos dan Storge. Eros adalah perasaan cinta kepada seseorang yang dianggap paling ideal. Ludos menganggap cinta sebagai sebuah permainan, sedangkan storge menganggap cinta sebatas persahabatan.
Sama halnya dengan analogi color wheel, cinta juga merupakan kombinasi antara Eros, Ludos dan Storge. Kombinasi tersebut antara lain;
  1. Mania (Eros + Ludos) = Cinta yang obsesif (Obsessive love);
  2. Pragma (Ludos + Storge) = Cinta yang realistis dan praktis (practical love);
  3. Agape (Eros + Storge) = Cinta tanpa pamrih (Selfless love)

4. Teori Segitiga tentang Cinta

Cinta segitiga yang dimaksud disini bukan yang sering kita dengar; adanya pihak ketiga dalam sebuah hubungan. Melainkan tiga komponen cinta (triangular theory of love) menurut Robert Sternberg. Sternberg menjelaskan bahwa ada tiga komponen cinta, yaitu : keintiman (intimacy), gairah (passion) dan komitmen (commitment).
  1. Keintiman – Yang meliputi perasaan keterikatan, kedekatan, keterhubungan, dll.
  2. Passion – Yang meliputi antara cinta yang romantis dan daya tarik seksual.
  3. Komitmen – Yakni keputusan untuk tetap bersama pasangan dalam waktu yang panjang.
triangular theory of love
Kombinasi yang berbeda dari ketiga komponen menghasilkan berbagai jenis cinta. Misalnya, kombinasi keintiman dan komitmen dalam cinta kasih penuh kasih sayang (compassionate love), sedangkan kombinasi gairah dan keintiman menyebabkan gairah cinta (passionate love).
Sternberg memperkenalkan istilah cinta sempurna (consummate love) untuk menggambarkan kombinasi antara keintiman, gairah dan komitmen. Hubungan yang dibangun pada dua individu akan lebih sempurna jika didasarkan pada kombinasi ketiganya. Meskipun begitu, Sternberg menyangsikan adanya cinta yang sempurna di dunia ini, bagaimana dengan anda?
Ada beberapa teori-teori cinta yang belum admin lampirkan. namun beberapa teori cinta diatas paling tidak bisa menjelaskan tentang cinta yang selama ini dianggap barang “abstrak”.
*Image credit ; Kapanlagi
Rujukan :
  • Rubin, Zick. 1970. Measurement of romantic love. Journal of Personality and Social Psychology
  • Hatfield, E., & Rapson, R. (2005). Love and sex: Cross-cultural perspectives. Needham Heights, MA: Allyn & Bacon.
  • Lee JA (1973). Colours of love: an exploration of the ways of loving. Toronto: New Press
  • Robert J. Sternberg, “Triangulating Love”, in T. J. Oord ed. The Altruism Reader (2007)

Selasa, 30 Oktober 2012

artikel tentang psikologi umum

Psikologi adalah suatu ilmu yang mempelajari gejala-gejala kejiwaan. Dalam mempelajari psikologi membutuhkan waktu yang relatif lama,karenapsikologi merupakan cabang dari filsafat. Dahulu psikologi mempelajari mind (pikiran) tetapi lama-lama kata mind berubah menjadi behavior (tingkah laku). Ini karena kata mind bersifat abstrak jadi sukar untuk dipelajari. Sedangkan apabila mempelajari tingkah laku manusia lebih mudah karena dapat diamati dengan menggunakan indra kita. Tetapi perlu diketahui bahwa sesungguhnya mnusia itu hanya diberi pengetahuan sedikit saja tentang jiwa seperti yang telah diterangkan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an, bahwa manusia hanya diberikan sedikit saja pengetahuan tentang jiwa edangkan selebihnya itu urusan Allah SWT.
Banyak sekali terdapat definisi tentang psikologi. Dengan begitu banyak pula terdapat perbedaan dikalangan para ahli mengenai psikologi. Kita tidak akan menjelaskan semuanya itu, tetapi disini kami akanmembahas definisi yang masih digunakan sampai sekarang antara lain:
a. Definisi Etimologi
Definisi yang dipakai dengan cara memberikan asal usul suatu kata, tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa istilah ituhanya mengandung pengertianyang ada sekarang saja.
b. Definisi Sinonim
Definisi ini menggunakan sinonim, karena sinonim memberikan bantuan terbesar dalam pembuatannya.
c. Definisi Uraian
Definisi ini menguraikan segala sesuatudengan menjelaskanciri-ciri dan bagian-bagiannya satu persatu. Definisi ini digunakan untuk membatasi pengertian suatu istilah dengan membedakan genusnya (kelasnya) dan mengadakan diferensiasi. Tujuannya adalah untuk member pengertian yang membedakan genus dan menyebut diferensiasi suatu kata.
Ternyata di dalam membuat suatu perumusan definisi terdapat beberapa kesalahan. Kesalahan itu diantaranya:
•Overindusion yaitu Suatu kesalahn dapat terjadi karena definisi itu dirumuskan terlalu teliti.
•Ovverrestriction yaitu Kesalahan ini terjadi karena pembatasan yang terlalu sempit.Contohnya : kerajaan adalah bentuk Negara dengan kepala Negara di dasarkan pada keturunan raja .tetapi ini definisi yang salah.karena tidak selalu kepala Negara berdasarkan pada keturunan ada juga yang berdasarkan pada kekerasan akibat peperangan penunjukan atau pemilihan.
•Duplication. Kesalahan ini terjadi karena mudah penggunaannya. Contohnya : buku adalah kitab.
•Circularity. Kesalahan penggunaan dari definiendum ( yang dijelaskan ) dalam definiens ( yang menjelaskan). Biasanya kesalahan ini terjadi dalam kalimat bersusun bukan kalimat tunggal .
•Ambiguity. Penjelasan yang di barikan dalam kalimat samar-samar atau tidak jelas . Kesalahan ini terjadi pada kalimat-kalimat yang panjang , ini dikarenakan pemikiran yag kurang teratur.
•Obscurity. Kesalahan ini terjadi karena definisi yang di buat tidak jelas.
Di atas sudah di jelaskan kesalahan-kesalahan yang ada di dalam pembuatan definisi, agar kita dapat memperbaiki kesalahan – kesalahan itu maka ada beberapa persyaratan yang bisa di lakukan agar dapat membuat definisi yang baik. Mrnurut Bakry dan Mehraada 4 syarat yaitu:
1.Definisi tidak boleh terlalu luas ataupun terlalu sempit.
2.Tidak boleh samar-samar dan hrus jelas penjelasannya.
3.Tidak menggunakan istilah yang terlalu umum
4.Tidak menggunakan kata negative.
Psikologi sebagai ilmu
Ada 4 syarat psikologi sebagai ilmu, yaitu:
1.Mempunyai objek
Objek psikologi ada 2 yaitu objek material dan objek formal. Objek material yaitu apa saja yang di bahas, di pelajari dan di selidiki yang ditentukan dan dijadikan sasaran pemikiran. Objek ini merupakan masalah pokok. Objek formal yaitu cara pandang, dan tinjauan peneliti terhadap objek material dan prinsip-prinsip yang digunakan. Objek ini yang membedakan ilmu satu dengan ilmu lain.
2. Mempunyai ,metode
Cara kerja untuk memahami objek sasaran dan psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri dan telah menggunakan metode ilmiah. Sifat-sifat metode ilmiah yaitu objektif ( apa adanya), adekuat ( sesuai masalah dan tujuan), Reliable (dapat dipercaya dan infonya tepat), Valid (sesuai objek), Sistematis (urut atau tersusun dengan baik), Akurat (member data yang teliti).
3. Sistematis
Psikologi mempunyai susunan yang baik dan benar. Berikut ada beberapa cabang psikologi yaitu:
a. Psikologi teoritis yaitu psikologi berdasarkan teori.Teori ini digunakan untuk memprediksi lalu teori ini digunakan untuk menjelaskan. Maka teori ini merupakan alat terpenting dari satu ilmu pengetahuan. Ada 2 kelompok psikologi teoritis:Psikologi umum psikologi ini mempelajari menguraikan dan menyelidiki aktivitas psikis manusia yang sifatnya umum.psikologi khusus psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia pada situasi khusus.
b. Psikologi praktis .Di sebut juga psikologi terapan yaitu psikologi yang mempelajari tingkah laku individu dalam kehidupannya. Tujuannya untuk menemukan prinsip-prinsip psikologi untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan manusia. Adapun cabang-cabang psikologi praktis diantaranya : Psikologi perusahaan ( menyelesaikan masalah – masalah dalam perusahaan ) , Psikologi klinis dan bimbingan psikologi ( usaha para psikolog untuk menolong orang yang menderita).
4.Universal
Psikologi itu harus berlaku untuk umum. Tidak hanya berlaku hanya pada satu cabang ilmu saja melainkan keseluruhan ilmu.
Psikologi sebagai Filsafat
Dahulu para filsuf kuno telah membahas mengenai psikologi dan di katakan bahwa semua ilmu tergolong kedalam filsafat sedangkan ahli filsafat mengatakan bahwa filsafat adalah induk ilmu pengetahuan. Lalu apa sebenarnya filsafat itu? Filsafat adalah suatu ilmu yang mempelajari hakekat sesuatu dengan menciptakan pertanyaan dan jawaban secara terus-menerus sehingga mencapai pengertian yang hakiki tentang sesuatu . Namun pada masa itu belum ada pembuktian yang empiris melainkan hanya teori-teori berdasarkan argumentasi logika belaka .

Senin, 29 Oktober 2012

artikel bina darma :)









Universitas Biana Darma atau yang lebih sering kitadengar dengan sebutan bidar atau UBD.Universitas ini adalah salah satu universitas swasta yang terbaik di sumatra selatan.pada tanggal 28 Desember 1993 didirikan Yayasan Bina Darma dengan Akte Notaris Alia Ghani, S.H. Nomor : 95. Kemudian tanggal 10 Maret 2001 terjadi perubahan pendiri Yayasan Bina Darma berdasarkan akte notaris Thamrin nomor : 6.

Maksud dan tujuan didirikannya Yayasan ini antara lain untuk turut serta secara aktif membantu pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional dan turut serta membantu pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Mengingat sarana dan prasarana yang disediakan oleh Yayasan sudah cukup memadai untuk menyelenggarakan suatu program pendidikan tinggi di Sumatera Selatan, maka didirikanlah 2 (dua) Sekolah Tinggi yaitu Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Darma dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Darma.
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Darma yang diasuh dan dibina oleh Yayasan Bina Darma berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI. Nomor : 027/D/O/1994, tanggal 18 Mei 1994, STMIK Bina Darma mendapat status TERDAFTAR. Pada tahun 2001, STMIK Bina Darma mendapat status TERAKREDITASI untuk kedua program studi yang diselenggarakan, yaitu Program Studi Sistem Informasi (SI) dan  Program  Studi  Teknik Informatika (TI) jenjang program strata satu (S1). Berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan  Tinggi  Departemen  Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 005/BAN-PT/Ak-X/S1/VI/2006 tanggal 15 Juni 2006 untuk Program Studi Teknik Informatika (S1) dan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 018/BAN-PT/Ak-XI/S1/VIII/2007 tanggal  18 Agustus 2007 untuk Program Studi Sistem Informasi (S1).
Kemudian pada tahun 1995, berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud Nomor : 488/DIKTI/Kep/1995, tanggal 29 Nopember 1995, STMIK Bina Darma mendapat status TERDAFTAR untuk Program Studi Manajemen Informatika  dan Komputerisasi Akuntansi jenjang program Diploma I (D1). Pada tahun 1998, STMIK Bina Darma menambah lagi beberapa program studi berdasarkan Surat  Keputusan  Dirjen  Dikti  Nomor : 083/D/O/1998 tanggal 4 Maret 1998 STMIK Bina Darma mendapat status TERDAFTAR untuk Program Studi Manajemen Informatika, Komputerisasi Akuntansi dan Teknik Komputer jenjang program Diploma Tiga (D.III). Program Studi Teknik Komputer (D III) mendapat status TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Nomor : 011/BAN-PT/Ak-VIIDpl/IX/2007 tanggal 29 September 2007.  Program Studi Komputerisasi Akuntansi (III) mendapat status TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 005/BAN-PT/Ak/Dpl-III/VI/2005 tanggal 8 Juni 2005  dan berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 007/BAN-PT/Ak-VIII/Dpl-III/VI/2008 tanggal 20 Juni  2008 untuk Program Studi Manajemen Informatika (D III) .
Yayasan Bina Darma juga menyelenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Darma berdasarkan SK. Mendikbud RI. Nomor : 046/D/O/1994, tanggal 7 Juli 1994. Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi (S1) mendapat status TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 019/BAN-PT/Ak-X/S1/XII/2006 tanggal 8 Desember 2006. Program Studi Manajemen (S1) mendapat status TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 012/BAN-PT/Ak-IX/S1/VII/2005 tanggal 21 Juli 2005. 
Pada tahun 1998 berdasarkan surat keputusan Dirjen Dikti nomor : 127/DIKTI/Kep/1998 tahun 1998 dibuka Program Studi Manajemen Perusahaan dan Administrasi Bisnis jenjang program Diploma Tiga (D III) dengan status TERDAFTAR. Kedua program studi tersebut sudah mendapat status TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 007/BAN-PT/AK-VII/Dpl/VIII/2007 tanggal 11 Agustus 2007 untuk Program Studi Manajemen Perusahaan (D III) dan berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 005/BAN-PT/AK-VII/Dpl/VVII/2007 tanggal 10 Juli  2007 untuk Program Studi Administrasi Bisnis (D III).
Kemudian sejalan dengan berjalannya waktu, maka pada tanggal 30 April 2001 berdasarkan Akte Notaris Thamrin nomor : 36, Yayasan Bina Darma mengambil alih pengelolaan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Graha Darma. Yayasan Bina Darma mengubah nama Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Graha Darma menjadi Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Bina Darma berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor : 143/D/0/2001 tanggal 27 Agustus 2001.
Pada perkembangan selanjutnya atas segala usaha dan prestasi semua unsur yang ada di ketiga Sekolah Tinggi yang berada dalam naungan Yayasan Bina Darma yaitu Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Darma, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Darma dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Bina Darma digabung menjadi Universitas berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 112/D/0/2002 tanggal 7 Juni 2002 tentang Penggabungan 3 (tiga) Sekolah Tinggi menjadi Universitas dan Penambahan izin penyelenggaraan program studi baru yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Darma di Palembang. Sehubungan dengan itu maka untuk Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Darma berubah menjadi Fakultas Ilmu Komputer, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Darma berubah menjadi Fakultas Ekonomi, dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) berubah menjadi Fakultas Bahasa dan Sastra, dan ditambah dua fakultas lagi yaitu Fakultas Teknik dengan Program Studi Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknologi Industri jenjang studi strata satu (S1), dan Fakultas Psikologi dengan Program Studi Psikologi jenjang studi strata satu (S1).  Program Studi Teknologi Industri (S1) dan Program Studi Teknik Sipil (S1) mendapat status TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 001/BAN-PT/Ak-X/S1/I/2007 tanggal 13 Januari  2007.  Program Studi Teknik Elektro (S1) mendapat status TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 021/BAN-PT/Ak-X/S1/XII/2006 tanggal 30 Desember  2006.
Universitas Bina Darma adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang mengasuh dan mengembangkan ilmu dan keahlian profesional pada 7 (tujuh) fakultas dengan program studi unggulan tiap fakultas yang berada di Sumatera Selatan. Universitas Bina Darma yang saat ini mengelola 7 (tujuh)  fakultas dengan 19 program studi, mempunyai komitmen untuk menciptakan lulusan yang siap kerja dan dapat diterima di masyarakat. Untuk itulah Universitas Bina Darma mengusahakan Sertifikasi dari International Organization for Standarization ( ISO 9001:2000 ), dan pada tanggal 7 Juli 2003 telah memperoleh Sertifikasi dengan nomor Registrasi 04100. 30981. Dengan telah ditetapkan system manajemen mutu ISO 9001 : 2000 di Universitas Bina Darma maka setiap aktivitas dilaksanakan dengan terencana dan hasilnya dapat diukur secara objektif. Hal ini berarti proses belajar mengajar di Universitas Bina Darma telah sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang berlaku, sehingga lulusannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat.
Kemudian di akhir tahun 2004, melalui Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor:  4376/D/T/2004, tanggal 2 November 2004 tentang Ijin Penyelenggaraan Program Studi Manajemen (S2) pada Universitas Bina Darma, Universitas Bina Darma mendapatkan kepercayaan untuk membuka Program Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen, dengan konsentrasi Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Sistem Informasi dan Akuntansi Manajemen, Manajemen Pendidikan yang mendapat status TERAKREDITASI berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 004/BAN-PT/Ak-VI/S2/VI/2008 tanggal 13  Juni 2008.

Pada tanggal 8 September 2005, melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi  Nomor: 3024/D/T/2005 Universitas Bina Darma mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan Program Studi Ilmu Komunikasi jenjang studi strata satu (S1) dibawah Fakultas Ilmu Komunikasi.  Pada tanggal 19 Oktober 2006, melalui surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 3960/D/T/2006 Universitas Bina Darma mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (S1).  dan  melalui surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 2042/D/T/2008 tanggal 30 Juni 2008 Universitas Bina Darma mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Olahraga  (S1) dibawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bina Darma, yang terdiri dari:  Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (S1) dan Program Studi Pendidikan Olahraga (S1)

kakak cepet sembuh kakak :)

23 oktober 2012


Kakak,,

Dulu,kita sering bermain bersama

Belajar bersama, makan bersama

Banyak hal telah kita lewati bersama

Aku sering menjahilimu

Namun kau tak marah,hanya

Tersenyumpadaku

Dengan sabar kau mengajariku

Walau terkadang aku tidak mau

Kenangan indah nan manis

Saying tuk dilupakan

Ya allah,terima kasih

Telah memberiku kakak seperti dia

 Tapi sayang,,,,

Kau hanya bisa terbaring lemah

Melawan rasa sakit yang begitu dahsyat

Aku hanya bisa melihatmu dengan iba

Ya allah,tolonglah kakakku

Aku mohon,sembuhkanlah dia

Berjuang antara mati dan hidup

Aku tak kuasa menahan air mata

Bangun,kak! Ku mohon bangun!

Ayah dan ibu sudah menantimu

Kak, aku yakin suatu saat nanti

Kita kan bersama lagi J
 

Minggu, 14 Oktober 2012

sejarah blogspot

Blog merupakan hasil evolusi dari diary online: Diary atau catatan harian mengenai pendapat, opini, dan apapun itu dalam bentuk yang dipublikasikan secara online (menggunakan website). Salah seorang pioneer dari internet-based journalist ini adalah Justin Hall, yang melakukan membuat online diarynya Justin Links From The Underground ketika dia masih merupakan pelajar dari Swarthmore College.Kala itu, Blog (atau ketika itu bernama online diary) pada umumnya merupakan website yang berisi kumpulan link menuju halaman web lain yang disertai komentar dan opini pemilik online diary tersebut mengenai halaman dari tujuan link tersebut. Sehingga online diary ketika itu bisa juga dikatakan sebagai katalog link berdasarkan opini pemilik. Para diarist adalah editor yang memilih link mana yang menarik dan menampilkan link tersebut di online diarynya.

Pada tahun 1997, Jorn Barger, seorang programer yang juga mengelola website online diary “robot wisdom” menciptakan istilah weblog yang diambil dari kata “logging the web”. Logging bisa diartikan masuk. So, logging the web bisa diartikan “memasuki web”. Korelasinya adalah blogger awal di kala itu merupakan orang yang masuk ke belantara web dan menyortir link-link menarik berdasarkan opininya.Hingga 1998, baru ada beberapa website yang dapat diidentifikasikan sebagai blog, hingga ketika itu menjelajahi semua weblog masih memungkingkan untuk di lakukan.Pada tahun 1999, Peter Merholz menyebutkan istilah weblog sebagai wee-blog, hingga akhirnya dibuat pendek menjadi blog saja. Orang yang mengelola blog kemudian di sebut “blogger”.

Dari titik itulah semuanya berubah. Semakin hari, semakin banyak orang yang membuat blog. Pertumbuhan blog menjadi semakin signifikan ketika Pitas merilis Blogger.com pada Juli 1999. Blogger.com merupakan web service yang memungkinkan orang yang bahkan tidak memiliki kemampuan html sekalipun mampu menciptakan dan mengelola blog.Di titik ini, blog benar-benar berubah. Bahkan definisi blog mulai bergeser.Blog yang awalnya merupakan kumpulan link yang dikomentari oleh pemilik blog, mulai bergeser menjadi media ekspresi bebas semau pemilik blog yang ditampilkan secara kronologis terbalik.Dari sini, semuanya benar-benar berubah. Blog bertumbuh demikian cepat. Terlebih setelah Movable Type diluncurkan dan wordpress sebagai project kelanjutan cms b2 dirilis ke publik sebagai blog engine.

 

 

 

                                                                    Lusi wulandari (12181024) PS1A

 

Rabu, 03 Oktober 2012

pengertian dan definisi blog



 Pengertian dan Definisi Blog

Blog berasal dari kata Web dan Log (WEBLOG) yang berarti catatan online (yang berada di web). Pengertian yang lebih lengkap, blog adalah situs web yang berisi tulisan, artikel atau informasi bermanfaat yang diupdate (diperbaharui) secara teratur dan dapat diakses secara online baik untuk umum maupun pribadi Ciri-ciri : Berikut adalah ciri-ciri blog secara umum

1. Memiliki Nama dan Alamat yang bisa diakses secara online

2. Memiliki tujuan

3. Memiliki isi atau postingan yang berupa artikel, catatan, dan informasi lainnya

4. Postingan atau isi blog terarsip (tersimpan sesuai tanggal, bulan dan tahun posting)

5. Isi Blog umumnya selalu bertambah atau terupdate sesuai dengan tujuan blog

 

Tujuan Blog Secara Umum, antara lain :

Menyampaikan informasi yang bermanfaat untuk diri sendiri maupun bagi orang lain

Memberikan keuntungan bagi diri sendiri maupun orang lain

Menyalurkan hobby dan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif

Berkarya atau aktualisasi diri

Saling bertukar pengetahuan dengan pembaca, blogger menulis, pengunjung memberikan tanggapan atau komentar

Berbagi pengalaman

berbagi software berguna, seperti foto, film/video, dokumen, dsb

banyak lagi, sesuai dengan jenis / topik yang diangkat

 

Karena blog bermacam-macam jenisnya, maka tujuan blog juga dipengaruhi oleh jenis blog tersebut. misal :

Tujuan Blog Pribadi : bertujuan untuk memberikan informasi yang update tentang diri pemilik blog. Seputar pengalaman, hal-hal yang berkesan, catatan harian, catatan perjalanan pribadi, dan sebagainya

Tujuan Blog Kesehatan : bertujuan untuk memberikan informasi kesehatan terkini

 

Tujuan Blog bisnis : bertujuan untuk memberikan informasi terkini seputar bisnis sebuah perusahaan Informasi lebih lengkap seputar blog, silahkan baca di situs id.wikipedia.org/wiki/Blog

Dari Berbagai sumber